Powered By Blogger

Kamis, 20 Oktober 2011

resep roti

TIPS MEMBUAT ROTI
     
  1. Timbang bahan dengan tepat sesuai resep.
  2. Cara menyimpan sisa tepung, masukkan dalam kaleng yang kering dan bersih dan tutup rapat. Bila ingin menambahkan tepung yang baru, habiskan dulu yang lama.
  3. Saat membeli ragi perhatikan tanggal kadaluwarsanya.
  4. Menguleni adonan harus benar - benar elastis supaya roti mengembang sempurna.
  5. Sebelum masuk oven, bentuk roti sebaiknya dibetulkan kembali karena setelah mengembang, bagian bawah roti seringkali terbuka
   
KEGAGALAN YANG SERING TERJADI SAAT MEMBUAT ROTI
     
  1. Penyebab adonan tidak mengembang :
 
 
  • Ragi tidak aktif.
  • Pengulenan adonan tidak elastis.
  • Waktu fermentasi kurang.

2. Penyebab roti keriput :
 
 
  • Fermentasi terlalu lama.
  • Jumlah pemakaian cairan terlalu banyak dibanding pemakaian tepung.
  3. Penyebab roti pucat warnanya :
 
 
  • Kurang gula / lupa memasukkan gula
  • Api kurang panas.
  • Pengolesan kurang tebal
  4. Penyebab roti tidak meninggi tetapi melebar :
 
 
  • Jumlah cairan terlalu banyak dibanding dengan tepung.
  5. Penyebab roti keras :
 
 
  • Tepung terlalu banyak.
  • Pengulenan tidak sampai elastis.
  • Pegovenan terlalu lama ( misal karena api terlalu kecil ).
  6. Penyebab bagian tengah roti tidak matang :
 
  • Api terlalu kecil hingga setelah 10 menit di oven, hanya bagian luar saja yang matang.
  • Suhu oven sudah pas, hanya pengovenan kurang lama
  7. Penyebab roti berlubang - lubang :
 
 
  • Fermentasi terlalu lama.
  • Ketika fermentasi usai, adonan tidak dikempiskan dulu.
  • Sebelum diisi, adonan tidak digiling dulu.
  8. Penyebab tekstur roti tidak berbentuk :
 
 
  • Adonan tidak diuleni sampai elastis
  9. Penyebab bagian bawah roti terlalu keras
 
 
  • Roti terlalu lama di oven.
  10. Penyebab roti terlalu asam :
 
 
  • Ragi terlalu banyak.
  • Fermentasi terlalu lama.
  11. Penyebab permukaan roti tidak mulus :
 
 
  • Ketika dibentuk, permukaan roti tidak dilicinkan dulu.
  12. Penyebab roti berjamur :
 
 
  • Belum lewat sehari roti berjamur, karena roti yang masih panas, sudah dimasukkan dalam kantong plastik dan dibungkus rapat.
RESEP - RESEP ANEKA ROTI
1. ROTI TAWAR SUSU
  BAHAN :
 

  - 1 kilogram tepung Cakra ( Protein tinggi )
  - 15 gram ragi instan
  - 80 gram gula pasir
  - 40 gram susu bubuk
  - 600 ml air es
  - 100 gram margarin
  - 15 gram garam
 

  CARA MEMBUAT
 

  1. Aduk tepung, ragi instan, gula pasir dan susu bubuk.
  2. Tambahkan air es sedikit - sedikit lalu uleni sampai habis.
  3. Masukkan margarin dan garam sambil uleni sampai adonan elastis.
 
Diamkan adonan selama 30 menit
  4. Kempiskan adonan lalu bagi 4 bagian.
 
Tiap bagian 240 gram. Bulatkan setiap bagian
 
Diamkan 10 menit.
  5. Giling masing - masing adonan, lalu gulung. Lakukan dua kali
 
Letakkan dalam loyang roti tawar ( loyang tertutup ) ukuran 30 x 12 x 12 cm yang diolesi margarin dan dialasi kertas roti. Tutup cetakan, jangan sampai tertutup sempurna, sisakan 1/4 yang tidak tertutup loyang. Tutup loyang yang nantinya akan tersentuh roti harus diolesi margarin supaya ketika tutup roti dibuka tidak sulit.
  6. Diamkan adonan 75 sampai 90 menit sampai adonan setinggi cetakan. Tutup loyang. Oven 30 menit dengan suhu 190 derajat celcius
  7 Kalau ingin roti tawar yang tidak persegi empat, tidak perlu menggunakan loyang yang berpenutup, cukup loyang yang berukuran 22 x 10 x 7 cm, yang dialasi margarin dan kertas roti.
 
Bagian atas adonan diolesi susu.dikutip dari:http://aneka-roti.awardspace.com/
 

Sabtu, 08 Oktober 2011

MAKALAN ILMU PENDIDIKAN




FAKTOR PENDIDIK DALAM PROSES PENDIDIKAN


               




Nama anggota:

Zaenal komarudin                 : 102338074
M. Yusuf Efendi                    :102338083
Solichudin                              : 102338065
Muttaqin                                 :102338069











SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAIN) PURWOKERTO
TAHUN AJARAN 2011\2012
Kata pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan maklah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi keguruan.

Harapan saya semoga Makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Makalah ini.



























Purwokerto, 3 novemer 2011


            

   Penyusun


PENGERTAN PENDIDIK
  • Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. (UU No.20 THN 2003, PSL 39 (2))
2. PENDIDIK
  • Tenaga profesional.
  • Merencanakan pembelajaran.
  • Melaksanakan pembelajaran.
  • Menilai hasil pembelajaran.
  • Membimbing.
  • Melatih
  • Meneliti. 
  • Mengabdi kepada masyarakat.
  •  
Seperti:
  • Guru
  • Dosen
  • Instruktur
  • Dan lain – lain


Tugas dan Tanggung Jawab Guru

Tugas Guru

Secara garis besar, tugas pokok guru (seperti dikemukakan Uzair Usman, 2002) terbagi dalam 3 bagian yakni;
pertama tugas sebagai profesi. Tugas ini meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan siswa.
Kedua, tugas guru merupakan tugas kemanusiaan. Hal ini berarti guru sebagai orang tua kedua di sekolah, yang mana guru menganggap siswanya seperti anak sendiri. Dan ketiga, tugas guru dibidang kemasyarakatan. Yakni bahwa masyarakat menempatkan guru ditempat yang terhormat dilingkungannya, karena dari seorang guru itulah, masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Bahkan Tuhan berjanji akan mengangkat derajad orang yang berilmu dan beriman (lihat QS. 58:11).
Lebih jauh, tugas utama profesi guru bukan hanya cukup memahami materi yang harus disampaikan, akan tetapi juga diperlukan kemampuan dan pemahaman tentang pengetahuan dan ketrampilan lainnya, seperti psikologi perkembangan manusia (Wina Sanjaya, 2000).
Tugas guru lainnya adalah mempersiapkan generasi manusia yang dapat hidup dan berperan aktif di masyarakat. Juga, guru memberi support, mencari bakat, membimbing dan mengarahkan anak didiknya. Maka dari itu, perkembangan profesionalisme guru menjadi perhatian secara global karena guru memiliki tugas dan peran bukan hanya memberikan informasi-informasi ilmu pengetahuan dan teknologi, melainkan juga membentuk sikap dan jiwa yang mampu bertahan dalam era hiperkompetensi (Joko Susilo, 2007).

Dengan kata lain pekerjaan guru bukanlah pekerjaan statis, tetapi pekerjaan dinamis yang selamanya harus sesuai dan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, guru diharapkan mempunyai sikap ingin tahu sehingga dapat mendorong para guru untuk serius belajar, dan guru akan mendapat motifasi untuk berkembang terus menerus, seperti keinginan membaca sehingga guru menemukan hubungan antar teks dan konteks sebuah bacaan. Agar guru dapat memiliki jiwa inovatif dan kreatif, maka hendaknya ada pengarahan, bimbingan sedemikian rupa, kerana selain sebagai pengajar, guru juga termasuk manusia pembelajar. Meminjam istilah Nistain Odop (2006), ilmu tidak pernah usang, semakin kita sering belajar semakin kita pandai.

Seperti yang kita tahu bahwa tugas dan tanggung jawab profesi guru cukup berbeda dengan profesi lainnya. Profesi yang berbasis ilmu-ilmu keras tertentu benar-benar mengondisikan penyandang profesi itu untuk melakukan praktik-praktiknya berdasarkan teori keilmuannya (Sudarwan Danim, 2002). Sebagi contoh, seorang fisikawan yang didukung oleh sains yang kompleks, tradisi otoritas professional yang tercakup, institusi yang kuat dan kurang berpengaruh serta kesejahteraan pribadi. Dan guru dilatih menjadi spesialis untuk membantu memecahkan masalah-masalah keseharian dalam berhubungan dengan siswa.
 
Pada umumnya, untuk menjadi guru teladan terutama di sekolah itu gampang-gampang susah. Sebagi contoh, ada kecenderungan yang menarik di dunia persekolahan kita, guru yang dielu-elukan, dipuji dan diberi gelar sebagai guru yang baik adalah guru yang murah dalam memberi nilai dan gaul dalam arti mau terlibat langsung dengan aktifitas murid, serta menuruti semua keinginan siswa (Kompas, 10/9/2008). Padahal guru memiliki peran lain yang sangat penting yaitu dalam pembentukan karakter anak didik. Guru seyogyanya juga mengajar dengan ikhlas, tidak semata-mata untuk mendapatkan upah, balasan, dan ucapan terima kasih (atau pujian) dari anak didik. Disamping itu, guru seharusnya mengajar dengan kasih sayang, tidak dengan kekerasan, ejekan dan sindiran, serta guru mengamalkan ilmunya dan jangan sampai perkataannya membohongi perbuatannya. Pendek kata, guru boleh keliru atau salah, tetapi tidak boleh berbohong dengan sengaja. Sebaliknya, guru harus jujur dan rendah hati serta sopan santun dalam bertutur dan bertindak.
Peters dan Amstrong, membagi tugas dan tanggung jawab guru menjadi lima kategori, yakni:

1. Guru bertanggung jawab dalam pengajaran.

Tanggung jawab guru yang terpenting ialah memberikan pengajaran kepada siswa guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan. Guru harus membimbing siswa agar mereka memperoleh keterampilan-keterampilan, pemahaman, perkembangan berbagai kemampuan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan perkembangan sikap serasi

2. Guru bertanggung jawab dalam memberikan bimbingan
Guru perlu menghormati pribadi anak, supaya mereka menjadi pribadi yang tahu akan hak-hak orang lain. Kebiasaan, sikap, dan apresiasinya harus dikembanggkan, hingga pada waktunya mereka menjadi nabusia yang mengerti akan hak dan tanggung jawab sebagai anggota masyarakat yang berdiri sendiri. Karena itu guru harus memahami benar tentang masalh bimbingan belajar, bimbingan pendidikan, bimbingan pribadi, dan terampil dalam memberikan penyuluhan dengan tepat.

3.Guru bertanggung jawab dalam mengembangkan kurikulum.

Sesungguhnya guru merupakan seorang key person yang paling mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa. Untuk mengubah kurikulum itu bukan tidak mungkin, akan tetapi dalam rangka mambuat atau memperbaiki proyek-proyek pelaksanaan kurikulum, yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya. Paling tidak dia berkewajiban memberi saran-saran yang berguna demi penyempurnaan kurikulum kepada pihak yang berwenang.
Dalam hubungan ini guru dapat melakukan banyak hal, antara lain: menyarankan ukuran-ukuran yang mungkin dapat digunakan dalam memilih bahan kurikulum, berusaha menemukan minat, kebutuhan dan kesanggupan siswa, berusaha menemukan cara-cara yang tepat agar antara sekolah dan masyarakat terjalin hubungan kerja sama yang seimbang, mempelajari isi dan bahan pelajaran pada setiap kelas dan meninjaunya dalam hubungan dengan praktek sehari-hari.

4. Tanggung jawab dalam mengembangkan profesional guru.

Guru sangat perlu meningkatkan peranan dan kemampuan profesionalnya. Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka kiranya sulit bagi guru tersebut mengembang dan melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara yang sebaik-baiknya. Peningkatan kemampuan itu meliputi kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas di dalam sekolah dan kemampuannya yang diperlukan untuk merealisasikan tanggung jawabnya di luar sekolah. Kemampuan-kemampuan itu harus dipupuk dalam diri pribadi guru sejak ia mengikuti pendidikan guru sampai ia bekerja.

5. Tanggung jawab dalam membina hubungan dengan masyarakat.


Guru tak mungkin melaksanakan pekerjaannya secara efektif, jika seorang guru tidak mengenal masyarakat seutuhnya dan secara lengkap. Harus dipahami dengan baik tentang pola kehidupan, kebudayaan, minat, dan kebutuhan masyarakat, karena perkembangan sikap, minat, aspirasi anak sangat banyak dipengaruhi oleh masyarakat sekitarnya. Ini berarti, bahwa dengan mengenal masyarakat, guru dapat mengenal siswa dengan menyesuaikan pelajarannya secara aktif

Syarat untuk Menjadi Guru yang Baik

Untuk menjadi guru yang baik dan dapat melaksanakan pembelajaran dengan sebaik-baiknya, seorang guru dituntut untuk memiliki kualitas yang dituntut dari profil seorang guru, seperti:
1) memiliki kepribadian,
2) memiliki pengetahuan dan pemahaman profesi kependidikan,
3) memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang bidang spesialisasi,
4) memiliki kemampuan dan ketrampilan profesi.

Di samping itu guru juga dituntut untuk memiliki beberapa kemampuan seperti:. Ada beberapa ketrampilan yang harus dikuasai guru antara lain:

A. Ketrampilan menjelaskan;
Penjelasan materi pelajaran yang mudah dipahami siswa merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu guru diharapkan mampu mengorganisasikan materi pelajaran dengan perencanaan yang sistematis, sehingga mudah dipahami oleh siswa.

Ketrampilan ini bertujuan untuk:
• membantu siswa dalam memahami konsep, hukum, prinsip, atau prosedur
• membantu siswa menjawab pertanyaan
• melibatkan siswa untuk berpikir
• mendapatkan balikan dari siswa
• membantu siswa menghayati proses nalar

Ketrampilan menjelaskan terdiri dari:
a. komponen perencanaan, seperti: pokok-pokok materi pelajaran, dan hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik siswa
b. komponen penyajian, seperti: kejelasan bahasa, berbicara, mendefinisikan istilah, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting, dan balikan tentang penjelasan yang disajikan dengan melihat mimik siswa saat mengajukan pertanyaan.

Hal-hal apa sajakah yang perlu Anda perhatikan dalam menerapkan ketrampilan menjelaskan:
• penjelasan diberikan pada awal, tengah, ataupun akhir pembelajaran
• harus relevan dengan tujuan
• materi penjelasan harus bermakna
• penjelasan harus sesuai dengan kemampuan dan latar belakang siswa.

B .Ketrampilan memberi penguatan;
Ketrampilan memberi penguatan baru akan nampak pada saat guru memberikan respon terhadap munculnya tingkah laku siswa yang bernilai positif, sehingga dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa kearah yang lebih positif. Penguatan dapat diberikan dalam bentuk verbal (kata-kata/pujian), dan non verbal, seperti: gerakan mendekati, mimik dan gerakan badan, sentuhan, dan kegiatan yang menyenangkan siswa (audience).

C. Ketrampilan bertanya;
Mengapa guru harus memiliki ketrampilan bertanya?
Hampir semua kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan tanya jawab. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran yang dilaksanakan guru dapat belangsung secara timbal balik, tidak membosankan, sekaligus guru dapat memantau siswanya. Kualitas pertanyaan guru menggambarkan kualitas jawaban siswa, oleh sebab itu guru yang terampil dalam bertanya, akan mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Bertanya yang baik diperlukan ketrampilan tersendiri, sehingga pada saat guru bertanya kepada siswa, mereka tidak merasa seolah-olah sedang diadili. Teknik tersebut antara lain:
a. Mengubah tuntutan tingkat pengetahuan dalam menjawab pertanyaan
b. Memberikan pertanyaan dari yang sederhana ke yang komplek
c. Menggunakan pertanyaan pelacak dengan berbagai teknik
d. Meningkatkan interaksi dengan cara meminta siswa lain memberikan jawaban atas pertanyaan yang sama.

D. Ketrampilan mengadakan variasi pembelajaran;
Ketrampilan jenis ini harus dimiliki guru dengan tujuan untuk mengadakan variasi guna melakukan perubahan dalam proses kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa, serta mengurangi rasa jenuh dan bosan selama mengikuti proses pembelajaran.
Ketrampilan mengadakan variasi meliputi:
• variasi dalam gaya mengajar
• variasi dalam penggunaan media dan bahan pelajaran, dan
• variasi dalam pola interkasi dan kegiatan

E.Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran;
Kegiatan pembukaan dilakukan guru untuk menciptakan suasana yang dapat menimbulkan kesiapan mental siswa agar termotivasi terhadap pelajaran yang akan diberikan guru. Kegiatan ini bisa berbentuk appersepsi, pretes, atau tanyajawab terhadap materi yang lalu atau materi yang akan diberikan. Sedangkan kegiatan penutup adalah kegiatan terakhir yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran.
Tujuan dari ketrampilan membuka dan menutup pelajaran adalah:
a. menumbuhkan semangat, motivasi, dan perhatian siswa
b. agar siswa menyadari batas-batas tugasnya
c. agar siswa memahami hubungan antar materi yang telah disampaikan guru
d. agar siswa menyadari tingkat keberhasilan yang telah dicapainya.

Kegiatan membuka pelajaran terdiri dari aspek:
 a. dapat menarik perhatian siswa
b. dapat menimbulkan motivasi
c. memberikan acuan
d. membuat kaitan

Kegiatan menutup pelajaran terdiri dari:
a. membuat rangkuman/ringkasan
b. melaksanakan evaluasi akhir pelajaran
c. memberikan tindaklanjut

F. Ketrampilan mengelola kelas.
Ketrampilan ini harus dimiliki guru dalam rangka menciptakan dan mempertahankan situasi kelas yang kondusif dan menyenangkan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Di samping itu ketrampilan ini bermanfaat bagi guru terutama untuk:
a. mendorong siswa agar dapat bertanggungjawab baik secara individu /klasikal terhadap perilakunya
b. menyadari kebutuhan siswa
c. memberikan respon yang efektif terhadap perilaku siswa

3. Memiliki pengetahuan tentang masa pertumbuhan dan perkembangan siswa serta memiliki pemahaman tentang bagaimana siswa belajar.
Untuk dapat memahami anak didik dengan baik, seorang guru harus dapat memahami hakikat pertumbuhan dan perkembangan mereka serta memahami karakteristik anak didiknya. Hal ini disebabkan karena siswa sebagai manusia mengalami perubahan-perubahan fisik, interaksi sosial, kemampuan mengingat, kemampuan emosional, kemampuan intelektual, kemampuan kognitif, afektif, dan kemampuan psikomotor. Dengan dikuasainya pemahaman anak didik oleh guru, akan memudahkan guru tersebut dalam melaksanakan proses pembelajaran sebab guru akan dapat memberikan materi yang sesuai dengan masa pertumbuhan dan perkembangan siswa.


Profesionalitas seorang pendidik

Guru memiliki posisi strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, profesionalitas guru juga harus terus ditingkatkan. Profesionalitas itu sangat dipengaruhi kemampuan guru menguasai bahan-bahan ajar.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh usai menjadi pembina upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-16 di Kantor Kementerian Pendidikan Nasional dalam rilis yang diterima okezone di Jakarta, Kamis (25/11/2010).

Tema HGN adalah Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera. Adapun subtemanya adalah Meningkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat.

Mendiknas menjelaskan, ada empat ranah profesionalisme guru yang harus ditingkatkan yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesi. "Empat ranah itu yang harus dinaikkan terus menerus," katanya.

Mendiknas menyampaikan, guru dalam menjalankan profesinya juga harus mendapatkan perlindungan. Kerja dan dedikasi guru, kata Mendiknas, juga harus dihargai dengan meningkatkan kesejahteraannya. "Profesi, martabat, dan kesejahteraannya terjaga. Dengan tiga hal itu, ke depan, guru diharapkan bisa memerankan tugas utamanya."

Dalam sambutannya, Mendiknas menyampaikan, ada tiga tugas utama bagi seorang guru yaitu mengajarkan ilmu, membentuk kepribadian dan karakter yang mulia, dan menanamkan rasa optimisme, cita-cita, dan pikiran positif. "Kalau itu bisa dilakukan Insya Allah sekolah akan menjadi kebun ilmu dan rumah pembentuk kemuliaan kepribadian."

Peringatan HGN, kata Mendiknas, meruapkan saat yang tepat untuk melakukan kontempelasi, perenungan, atau refleksi diri terhadap langkah panjang yang telah dilalui khususnya terkait dengan cita-cita awal yang mendorong lahirnya HGN. Sebuah cita-cita yang saat itu dikobarkan dengan semangat kesediaan diri setiap insan guru Indonesia memberikan lebih dari kewajibannya dan menerima kurang dari hak-haknya.

"Dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan yang Insya Allah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan yang jauh lebih besar," katanya.(fmh)


Kesimpulan

Seorang pengajar atau seorang guru adalah salah satu factor penting dalam dunia pendidikan. Karena seorang pendidiklah yang mempunyai posisi yang strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. Maka mutu pendidik harus senantiasa ditingkatkan agar pendidikan dapat semakin maju

































PENUTUP

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

 Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya