FAKTOR PENDIDIK DALAM PROSES PENDIDIKAN

Nama anggota:
Zaenal komarudin
:
102338074
M. Yusuf Efendi
:102338083
Solichudin
: 102338065
Muttaqin
:102338069
SEKOLAH
TINGGI AGAMA ISLAM (STAIN) PURWOKERTO
TAHUN
AJARAN 2011\2012
Kata
pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga
saya dapat menyelesaikan penyusunan maklah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk
maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi
keguruan.
Harapan saya semoga Makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Makalah ini.
Harapan saya semoga Makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Makalah ini.
Purwokerto, 3 novemer 2011
Penyusun
PENGERTAN PENDIDIK
- Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas
merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian
dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan
tinggi. (UU No.20 THN 2003, PSL 39 (2))
2. PENDIDIK
- Tenaga profesional.
- Merencanakan pembelajaran.
- Melaksanakan pembelajaran.
- Menilai hasil pembelajaran.
- Membimbing.
- Melatih
- Meneliti.
- Mengabdi kepada masyarakat.
Seperti:
- Guru
- Dosen
- Instruktur
- Dan lain – lain
Tugas
dan Tanggung Jawab Guru
Tugas Guru
Secara garis besar, tugas pokok guru (seperti dikemukakan Uzair Usman, 2002) terbagi dalam 3 bagian yakni;
pertama tugas
sebagai profesi. Tugas ini meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik
berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Mengajar berarti
meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan melatih
berarti mengembangkan ketrampilan siswa.
Kedua, tugas
guru merupakan tugas kemanusiaan. Hal ini berarti guru sebagai orang tua kedua
di sekolah, yang mana guru menganggap siswanya seperti anak sendiri. Dan ketiga,
tugas guru dibidang kemasyarakatan. Yakni bahwa masyarakat menempatkan guru
ditempat yang terhormat dilingkungannya, karena dari seorang guru itulah,
masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Bahkan Tuhan berjanji akan
mengangkat derajad orang yang berilmu dan beriman (lihat QS. 58:11).
Lebih jauh, tugas utama profesi guru bukan hanya cukup memahami materi yang harus disampaikan, akan tetapi juga diperlukan kemampuan dan pemahaman tentang pengetahuan dan ketrampilan lainnya, seperti psikologi perkembangan manusia (Wina Sanjaya, 2000).
Lebih jauh, tugas utama profesi guru bukan hanya cukup memahami materi yang harus disampaikan, akan tetapi juga diperlukan kemampuan dan pemahaman tentang pengetahuan dan ketrampilan lainnya, seperti psikologi perkembangan manusia (Wina Sanjaya, 2000).
Tugas
guru lainnya adalah mempersiapkan generasi manusia yang dapat hidup dan
berperan aktif di masyarakat. Juga, guru memberi support, mencari bakat,
membimbing dan mengarahkan anak didiknya. Maka dari itu, perkembangan
profesionalisme guru menjadi perhatian secara global karena guru memiliki tugas
dan peran bukan hanya memberikan informasi-informasi ilmu pengetahuan dan
teknologi, melainkan juga membentuk sikap dan jiwa yang mampu bertahan dalam
era hiperkompetensi (Joko Susilo, 2007).
Dengan
kata lain pekerjaan guru bukanlah pekerjaan statis, tetapi pekerjaan dinamis
yang selamanya harus sesuai dan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, guru diharapkan mempunyai sikap
ingin tahu sehingga dapat mendorong para guru untuk serius belajar, dan guru
akan mendapat motifasi untuk berkembang terus menerus, seperti keinginan
membaca sehingga guru menemukan hubungan antar teks dan konteks sebuah bacaan.
Agar guru dapat memiliki jiwa inovatif dan kreatif, maka hendaknya ada
pengarahan, bimbingan sedemikian rupa, kerana selain sebagai pengajar, guru
juga termasuk manusia pembelajar. Meminjam istilah Nistain Odop (2006), ilmu
tidak pernah usang, semakin kita sering belajar semakin kita pandai.
Seperti
yang kita tahu bahwa tugas dan tanggung jawab profesi guru cukup berbeda dengan
profesi lainnya. Profesi yang berbasis ilmu-ilmu keras tertentu benar-benar
mengondisikan penyandang profesi itu untuk melakukan praktik-praktiknya
berdasarkan teori keilmuannya (Sudarwan Danim, 2002). Sebagi contoh, seorang
fisikawan yang didukung oleh sains yang kompleks, tradisi otoritas professional
yang tercakup, institusi yang kuat dan kurang berpengaruh serta kesejahteraan
pribadi. Dan guru dilatih menjadi spesialis untuk membantu memecahkan
masalah-masalah keseharian dalam berhubungan dengan siswa.
Pada
umumnya, untuk menjadi guru teladan terutama di sekolah itu gampang-gampang
susah. Sebagi contoh, ada kecenderungan yang menarik di dunia persekolahan
kita, guru yang dielu-elukan, dipuji dan diberi gelar sebagai guru yang baik
adalah guru yang murah dalam memberi nilai dan gaul dalam arti mau terlibat
langsung dengan aktifitas murid, serta menuruti semua keinginan siswa (Kompas,
10/9/2008). Padahal guru memiliki peran lain yang sangat penting yaitu dalam
pembentukan karakter anak didik. Guru seyogyanya juga mengajar dengan ikhlas,
tidak semata-mata untuk mendapatkan upah, balasan, dan ucapan terima kasih
(atau pujian) dari anak didik. Disamping itu, guru seharusnya mengajar dengan
kasih sayang, tidak dengan kekerasan, ejekan dan sindiran, serta guru
mengamalkan ilmunya dan jangan sampai perkataannya membohongi perbuatannya.
Pendek kata, guru boleh keliru atau salah, tetapi tidak boleh berbohong dengan
sengaja. Sebaliknya, guru harus jujur dan rendah hati serta sopan santun dalam
bertutur dan bertindak.
Peters dan Amstrong, membagi tugas dan tanggung jawab guru menjadi lima kategori, yakni:
Peters dan Amstrong, membagi tugas dan tanggung jawab guru menjadi lima kategori, yakni:
1. Guru bertanggung jawab dalam
pengajaran.
Tanggung jawab guru yang terpenting
ialah memberikan pengajaran kepada siswa guna mencapai pertumbuhan dan
perkembangan yang diinginkan. Guru harus membimbing siswa agar mereka
memperoleh keterampilan-keterampilan, pemahaman, perkembangan berbagai
kemampuan, kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan perkembangan sikap serasi
2. Guru bertanggung jawab dalam
memberikan bimbingan
Guru perlu menghormati pribadi anak,
supaya mereka menjadi pribadi yang tahu akan hak-hak orang lain. Kebiasaan,
sikap, dan apresiasinya harus dikembanggkan, hingga pada waktunya mereka
menjadi nabusia yang mengerti akan hak dan tanggung jawab sebagai anggota
masyarakat yang berdiri sendiri. Karena itu guru harus memahami benar tentang
masalh bimbingan belajar, bimbingan pendidikan, bimbingan pribadi, dan terampil
dalam memberikan penyuluhan dengan tepat.
3.Guru bertanggung jawab dalam
mengembangkan kurikulum.
Sesungguhnya guru merupakan seorang
key person yang paling mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai
dengan tingkat perkembangan siswa. Untuk mengubah kurikulum itu bukan tidak
mungkin, akan tetapi dalam rangka mambuat atau memperbaiki proyek-proyek
pelaksanaan kurikulum, yang berhubungan dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Paling tidak dia berkewajiban memberi saran-saran yang berguna demi
penyempurnaan kurikulum kepada pihak yang berwenang.
Dalam hubungan ini guru dapat melakukan banyak hal, antara lain: menyarankan ukuran-ukuran yang mungkin dapat digunakan dalam memilih bahan kurikulum, berusaha menemukan minat, kebutuhan dan kesanggupan siswa, berusaha menemukan cara-cara yang tepat agar antara sekolah dan masyarakat terjalin hubungan kerja sama yang seimbang, mempelajari isi dan bahan pelajaran pada setiap kelas dan meninjaunya dalam hubungan dengan praktek sehari-hari.
Dalam hubungan ini guru dapat melakukan banyak hal, antara lain: menyarankan ukuran-ukuran yang mungkin dapat digunakan dalam memilih bahan kurikulum, berusaha menemukan minat, kebutuhan dan kesanggupan siswa, berusaha menemukan cara-cara yang tepat agar antara sekolah dan masyarakat terjalin hubungan kerja sama yang seimbang, mempelajari isi dan bahan pelajaran pada setiap kelas dan meninjaunya dalam hubungan dengan praktek sehari-hari.
4. Tanggung jawab dalam
mengembangkan profesional guru.
Guru sangat perlu meningkatkan
peranan dan kemampuan profesionalnya. Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang
dimiliki oleh guru maka kiranya sulit bagi guru tersebut mengembang dan
melaksanakan tanggung jawabnya dengan cara yang sebaik-baiknya. Peningkatan
kemampuan itu meliputi kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab dalam
melaksanakan tugas-tugas di dalam sekolah dan kemampuannya yang diperlukan
untuk merealisasikan tanggung jawabnya di luar sekolah. Kemampuan-kemampuan itu
harus dipupuk dalam diri pribadi guru sejak ia mengikuti pendidikan guru sampai
ia bekerja.
5. Tanggung jawab dalam membina
hubungan dengan masyarakat.
Guru tak mungkin melaksanakan
pekerjaannya secara efektif, jika seorang guru tidak mengenal masyarakat
seutuhnya dan secara lengkap. Harus dipahami dengan baik tentang pola
kehidupan, kebudayaan, minat, dan kebutuhan masyarakat, karena perkembangan
sikap, minat, aspirasi anak sangat banyak dipengaruhi oleh masyarakat
sekitarnya. Ini berarti, bahwa dengan mengenal masyarakat, guru dapat mengenal
siswa dengan menyesuaikan pelajarannya secara aktif
Syarat untuk Menjadi Guru yang Baik
Untuk menjadi guru yang baik dan
dapat melaksanakan pembelajaran dengan sebaik-baiknya, seorang guru dituntut
untuk memiliki kualitas yang dituntut dari profil seorang guru, seperti:
1) memiliki kepribadian,
2) memiliki pengetahuan dan
pemahaman profesi kependidikan,
3) memiliki pengetahuan dan
pemahaman tentang bidang spesialisasi,
4) memiliki kemampuan dan
ketrampilan profesi.
Di samping itu guru juga dituntut
untuk memiliki beberapa kemampuan seperti:. Ada beberapa ketrampilan yang harus
dikuasai guru antara lain:
A. Ketrampilan menjelaskan;
Penjelasan materi pelajaran yang mudah dipahami siswa merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu guru diharapkan mampu mengorganisasikan materi pelajaran dengan perencanaan yang sistematis, sehingga mudah dipahami oleh siswa.
Penjelasan materi pelajaran yang mudah dipahami siswa merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran, oleh sebab itu guru diharapkan mampu mengorganisasikan materi pelajaran dengan perencanaan yang sistematis, sehingga mudah dipahami oleh siswa.
Ketrampilan ini bertujuan untuk:
• membantu siswa dalam memahami konsep, hukum, prinsip, atau prosedur
• membantu siswa menjawab pertanyaan
• melibatkan siswa untuk berpikir
• mendapatkan balikan dari siswa
• membantu siswa menghayati proses nalar
• membantu siswa dalam memahami konsep, hukum, prinsip, atau prosedur
• membantu siswa menjawab pertanyaan
• melibatkan siswa untuk berpikir
• mendapatkan balikan dari siswa
• membantu siswa menghayati proses nalar
Ketrampilan menjelaskan terdiri
dari:
a. komponen perencanaan, seperti: pokok-pokok materi pelajaran, dan hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik siswa
b. komponen penyajian, seperti: kejelasan bahasa, berbicara, mendefinisikan istilah, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting, dan balikan tentang penjelasan yang disajikan dengan melihat mimik siswa saat mengajukan pertanyaan.
a. komponen perencanaan, seperti: pokok-pokok materi pelajaran, dan hal-hal yang berkaitan dengan karakteristik siswa
b. komponen penyajian, seperti: kejelasan bahasa, berbicara, mendefinisikan istilah, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan pada bagian-bagian yang penting, dan balikan tentang penjelasan yang disajikan dengan melihat mimik siswa saat mengajukan pertanyaan.
Hal-hal apa sajakah yang perlu Anda
perhatikan dalam menerapkan ketrampilan menjelaskan:
• penjelasan diberikan pada awal, tengah, ataupun akhir pembelajaran
• harus relevan dengan tujuan
• materi penjelasan harus bermakna
• penjelasan harus sesuai dengan kemampuan dan latar belakang siswa.
• penjelasan diberikan pada awal, tengah, ataupun akhir pembelajaran
• harus relevan dengan tujuan
• materi penjelasan harus bermakna
• penjelasan harus sesuai dengan kemampuan dan latar belakang siswa.
B .Ketrampilan memberi penguatan;
Ketrampilan memberi penguatan baru akan nampak pada saat guru memberikan respon terhadap munculnya tingkah laku siswa yang bernilai positif, sehingga dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa kearah yang lebih positif. Penguatan dapat diberikan dalam bentuk verbal (kata-kata/pujian), dan non verbal, seperti: gerakan mendekati, mimik dan gerakan badan, sentuhan, dan kegiatan yang menyenangkan siswa (audience).
Ketrampilan memberi penguatan baru akan nampak pada saat guru memberikan respon terhadap munculnya tingkah laku siswa yang bernilai positif, sehingga dapat meningkatkan perhatian dan motivasi belajar siswa kearah yang lebih positif. Penguatan dapat diberikan dalam bentuk verbal (kata-kata/pujian), dan non verbal, seperti: gerakan mendekati, mimik dan gerakan badan, sentuhan, dan kegiatan yang menyenangkan siswa (audience).
C. Ketrampilan bertanya;
Mengapa guru harus memiliki ketrampilan bertanya?
Hampir semua kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan tanya jawab. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran yang dilaksanakan guru dapat belangsung secara timbal balik, tidak membosankan, sekaligus guru dapat memantau siswanya. Kualitas pertanyaan guru menggambarkan kualitas jawaban siswa, oleh sebab itu guru yang terampil dalam bertanya, akan mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Bertanya yang baik diperlukan ketrampilan tersendiri, sehingga pada saat guru bertanya kepada siswa, mereka tidak merasa seolah-olah sedang diadili. Teknik tersebut antara lain:
a. Mengubah tuntutan tingkat pengetahuan dalam menjawab pertanyaan
b. Memberikan pertanyaan dari yang sederhana ke yang komplek
c. Menggunakan pertanyaan pelacak dengan berbagai teknik
d. Meningkatkan interaksi dengan cara meminta siswa lain memberikan jawaban atas pertanyaan yang sama.
Mengapa guru harus memiliki ketrampilan bertanya?
Hampir semua kegiatan proses pembelajaran berlangsung dengan tanya jawab. Hal ini dimaksudkan agar pembelajaran yang dilaksanakan guru dapat belangsung secara timbal balik, tidak membosankan, sekaligus guru dapat memantau siswanya. Kualitas pertanyaan guru menggambarkan kualitas jawaban siswa, oleh sebab itu guru yang terampil dalam bertanya, akan mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Bertanya yang baik diperlukan ketrampilan tersendiri, sehingga pada saat guru bertanya kepada siswa, mereka tidak merasa seolah-olah sedang diadili. Teknik tersebut antara lain:
a. Mengubah tuntutan tingkat pengetahuan dalam menjawab pertanyaan
b. Memberikan pertanyaan dari yang sederhana ke yang komplek
c. Menggunakan pertanyaan pelacak dengan berbagai teknik
d. Meningkatkan interaksi dengan cara meminta siswa lain memberikan jawaban atas pertanyaan yang sama.
D. Ketrampilan mengadakan variasi pembelajaran;
Ketrampilan jenis ini harus dimiliki guru dengan tujuan untuk mengadakan variasi guna melakukan perubahan dalam proses kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa, serta mengurangi rasa jenuh dan bosan selama mengikuti proses pembelajaran.
Ketrampilan mengadakan variasi meliputi:
• variasi dalam gaya mengajar
• variasi dalam penggunaan media dan bahan pelajaran, dan
• variasi dalam pola interkasi dan kegiatan
Ketrampilan jenis ini harus dimiliki guru dengan tujuan untuk mengadakan variasi guna melakukan perubahan dalam proses kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa, serta mengurangi rasa jenuh dan bosan selama mengikuti proses pembelajaran.
Ketrampilan mengadakan variasi meliputi:
• variasi dalam gaya mengajar
• variasi dalam penggunaan media dan bahan pelajaran, dan
• variasi dalam pola interkasi dan kegiatan
E.Ketrampilan membuka dan menutup pelajaran;
Kegiatan pembukaan dilakukan guru untuk menciptakan suasana yang dapat menimbulkan kesiapan mental siswa agar termotivasi terhadap pelajaran yang akan diberikan guru. Kegiatan ini bisa berbentuk appersepsi, pretes, atau tanyajawab terhadap materi yang lalu atau materi yang akan diberikan. Sedangkan kegiatan penutup adalah kegiatan terakhir yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran.
Tujuan dari ketrampilan membuka dan menutup pelajaran adalah:
a. menumbuhkan semangat, motivasi, dan perhatian siswa
b. agar siswa menyadari batas-batas tugasnya
c. agar siswa memahami hubungan antar materi yang telah disampaikan guru
d. agar siswa menyadari tingkat keberhasilan yang telah dicapainya.
Kegiatan pembukaan dilakukan guru untuk menciptakan suasana yang dapat menimbulkan kesiapan mental siswa agar termotivasi terhadap pelajaran yang akan diberikan guru. Kegiatan ini bisa berbentuk appersepsi, pretes, atau tanyajawab terhadap materi yang lalu atau materi yang akan diberikan. Sedangkan kegiatan penutup adalah kegiatan terakhir yang dilakukan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran.
Tujuan dari ketrampilan membuka dan menutup pelajaran adalah:
a. menumbuhkan semangat, motivasi, dan perhatian siswa
b. agar siswa menyadari batas-batas tugasnya
c. agar siswa memahami hubungan antar materi yang telah disampaikan guru
d. agar siswa menyadari tingkat keberhasilan yang telah dicapainya.
Kegiatan membuka pelajaran terdiri dari aspek:
a. dapat menarik perhatian siswa
b. dapat menimbulkan motivasi
c. memberikan acuan
d. membuat kaitan
a. dapat menarik perhatian siswa
b. dapat menimbulkan motivasi
c. memberikan acuan
d. membuat kaitan
Kegiatan menutup pelajaran terdiri dari:
a. membuat rangkuman/ringkasan
b. melaksanakan evaluasi akhir pelajaran
c. memberikan tindaklanjut
a. membuat rangkuman/ringkasan
b. melaksanakan evaluasi akhir pelajaran
c. memberikan tindaklanjut
F. Ketrampilan mengelola kelas.
Ketrampilan ini harus dimiliki guru dalam rangka menciptakan dan mempertahankan situasi kelas yang kondusif dan menyenangkan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Di samping itu ketrampilan ini bermanfaat bagi guru terutama untuk:
a. mendorong siswa agar dapat bertanggungjawab baik secara individu /klasikal terhadap perilakunya
b. menyadari kebutuhan siswa
c. memberikan respon yang efektif terhadap perilaku siswa
Ketrampilan ini harus dimiliki guru dalam rangka menciptakan dan mempertahankan situasi kelas yang kondusif dan menyenangkan, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Di samping itu ketrampilan ini bermanfaat bagi guru terutama untuk:
a. mendorong siswa agar dapat bertanggungjawab baik secara individu /klasikal terhadap perilakunya
b. menyadari kebutuhan siswa
c. memberikan respon yang efektif terhadap perilaku siswa
3. Memiliki pengetahuan tentang masa pertumbuhan dan perkembangan siswa
serta memiliki pemahaman tentang bagaimana siswa belajar.
Untuk dapat memahami anak didik
dengan baik, seorang guru harus dapat memahami hakikat pertumbuhan dan perkembangan
mereka serta memahami karakteristik anak didiknya. Hal ini disebabkan karena
siswa sebagai manusia mengalami perubahan-perubahan fisik, interaksi sosial,
kemampuan mengingat, kemampuan emosional, kemampuan intelektual, kemampuan
kognitif, afektif, dan kemampuan psikomotor. Dengan dikuasainya pemahaman anak
didik oleh guru, akan memudahkan guru tersebut dalam melaksanakan proses
pembelajaran sebab guru akan dapat memberikan materi yang sesuai dengan masa
pertumbuhan dan perkembangan siswa.
Profesionalitas seorang pendidik
Guru memiliki posisi strategis dalam
meningkatkan mutu pendidikan. Oleh karena itu, profesionalitas guru juga harus
terus ditingkatkan. Profesionalitas itu sangat dipengaruhi kemampuan guru
menguasai bahan-bahan ajar.
Hal tersebut disampaikan Menteri
Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh usai menjadi pembina upacara
Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-16 di Kantor Kementerian Pendidikan
Nasional dalam rilis yang diterima okezone di Jakarta, Kamis (25/11/2010).
Tema HGN adalah Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera. Adapun subtemanya adalah Meningkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat.
Mendiknas menjelaskan, ada empat ranah profesionalisme guru yang harus ditingkatkan yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesi. "Empat ranah itu yang harus dinaikkan terus menerus," katanya.
Mendiknas menyampaikan, guru dalam menjalankan profesinya juga harus mendapatkan perlindungan. Kerja dan dedikasi guru, kata Mendiknas, juga harus dihargai dengan meningkatkan kesejahteraannya. "Profesi, martabat, dan kesejahteraannya terjaga. Dengan tiga hal itu, ke depan, guru diharapkan bisa memerankan tugas utamanya."
Dalam sambutannya, Mendiknas menyampaikan, ada tiga tugas utama bagi seorang guru yaitu mengajarkan ilmu, membentuk kepribadian dan karakter yang mulia, dan menanamkan rasa optimisme, cita-cita, dan pikiran positif. "Kalau itu bisa dilakukan Insya Allah sekolah akan menjadi kebun ilmu dan rumah pembentuk kemuliaan kepribadian."
Peringatan HGN, kata Mendiknas, meruapkan saat yang tepat untuk melakukan kontempelasi, perenungan, atau refleksi diri terhadap langkah panjang yang telah dilalui khususnya terkait dengan cita-cita awal yang mendorong lahirnya HGN. Sebuah cita-cita yang saat itu dikobarkan dengan semangat kesediaan diri setiap insan guru Indonesia memberikan lebih dari kewajibannya dan menerima kurang dari hak-haknya.
"Dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan yang Insya Allah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan yang jauh lebih besar," katanya.(fmh)
Tema HGN adalah Memacu Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermartabat, dan Sejahtera. Adapun subtemanya adalah Meningkatkan Profesionalisme, Kesejahteraan, dan Perlindungan Guru melalui Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat.
Mendiknas menjelaskan, ada empat ranah profesionalisme guru yang harus ditingkatkan yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesi. "Empat ranah itu yang harus dinaikkan terus menerus," katanya.
Mendiknas menyampaikan, guru dalam menjalankan profesinya juga harus mendapatkan perlindungan. Kerja dan dedikasi guru, kata Mendiknas, juga harus dihargai dengan meningkatkan kesejahteraannya. "Profesi, martabat, dan kesejahteraannya terjaga. Dengan tiga hal itu, ke depan, guru diharapkan bisa memerankan tugas utamanya."
Dalam sambutannya, Mendiknas menyampaikan, ada tiga tugas utama bagi seorang guru yaitu mengajarkan ilmu, membentuk kepribadian dan karakter yang mulia, dan menanamkan rasa optimisme, cita-cita, dan pikiran positif. "Kalau itu bisa dilakukan Insya Allah sekolah akan menjadi kebun ilmu dan rumah pembentuk kemuliaan kepribadian."
Peringatan HGN, kata Mendiknas, meruapkan saat yang tepat untuk melakukan kontempelasi, perenungan, atau refleksi diri terhadap langkah panjang yang telah dilalui khususnya terkait dengan cita-cita awal yang mendorong lahirnya HGN. Sebuah cita-cita yang saat itu dikobarkan dengan semangat kesediaan diri setiap insan guru Indonesia memberikan lebih dari kewajibannya dan menerima kurang dari hak-haknya.
"Dengan keyakinan bahwa pemberian yang lebih dan penerimaan yang kurang itu dijadikan sebagai investasi kemasyarakatan yang Insya Allah pada saatnya akan diperoleh kemanfaatan yang jauh lebih besar," katanya.(fmh)
Kesimpulan
Seorang pengajar atau seorang guru
adalah salah satu factor penting dalam dunia pendidikan. Karena seorang
pendidiklah yang mempunyai posisi yang strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Maka mutu pendidik harus senantiasa ditingkatkan agar pendidikan dapat semakin
maju
PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan
mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih
banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan
kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang
budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi
sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan - kesempatan
berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar